<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6154257745280001916</id><updated>2011-07-31T03:28:58.922+07:00</updated><category term='Kisah menarik'/><category term='Cerita Hidup'/><title type='text'>reza_asriandi_ekaputra</title><subtitle type='html'>Aku tak kan pernah berhenti berjalan menapaki indahnya suatu binar cahaya yang sesungguhnya tak kan berhenti berpijar hingga suatu saat kelak binar itu harus berhenti...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://razorleafasriandi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6154257745280001916/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://razorleafasriandi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>reza_asriandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6154257745280001916.post-8273111731458617933</id><published>2009-06-10T07:11:00.003+07:00</published><updated>2009-06-11T08:19:12.632+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah menarik'/><title type='text'>Kisah singkong, durian, dan ayam</title><content type='html'>Syahdan, ketika matahari bersinar cerah berpadu dengan angin yang memanjakan tubuh ini, nampak sesosok tubuh laki-laki yang sedan berjalan perlahan menjinjing sesuatu yang jumlahnya tidak terlalu banyak,tidak pula terlalu sedikit. Orang tersebut bernama bapak budi dan bapak tersebut sedang menjinjing satu ikat singkong. Pak budi berjalan terus menyelusuri jalan desa yang berbatu namun tetap memancarkan aura kenyamanan. Pak budi terhenyak ketika ada yang memanggil. "assalamaualaikum pak budi," sapanya. Langsung pak budi menjawab, "waalaikumsalam pak mahmud... Sehat pak?" pak mahmud menjawab,"alhamdulillah... Bagaimana dengan bapak? Darimana pak nampak repot. Hbis panen ya pak?" jawab pak budi,"alhamdulillah sehat. Saya baru saja dari ladang. Ya... Memanen sedikit singkong. Menanam kecil2an saja. Oiya pak,jika bapak bersedia akan sy bagikan sebagian singkong ini." pak mahmud terdiam sejenak lalu berkata,"emm... Sbentar pak." pak mahmud pun masuk ke dalam rumah mencari istrinya. "umi, di rumah kita ada apa ya?pak budi mau memberi kita singkong. Abi ingin memberi kembali kepada pak budi."kata pak mahmud. Umi pun menjawab,"ada ayam pak. Kita beri itu saja. Ini pak." sambil menyodorkan ayam goreng yang telah di masak dengan bumbu rica2 yang sangat enak,menggiurkan dan meningkatkan hasrat makan(pokoknya yang enak2 lah). Pak mahmud langsung keluar membawa ayam,menemui pak budi seraya berkata,"trimakasih pak singkongnya. Ini ada sdikit ayam untuk bapak.... Terimakasih." pak budi pun berkata,"aduh bapak kok jadi merepotkan. Trimakasih ya pak..." dan pak budi pun berlalu meneruskan kembali pejalananya untuk mecapai rumahnya yang tercinta. Ia pun menapaki jalan-jalan stapak desa dengan santai hingga suatu ketika ia terhenyak untuk yang keduakalinya. "pagi pak budi," sapa engko cancan. Pak budi pun menjnawab,"selamat pagi pak. Apa kabar ko...sehat?" ko cancan pun menjawab, "oe sehat... dari mana pak? nampak agak repot membawa barang.apa pak yang dibawa" Pak budi pun menjawab," ini tadi awalnya saya dari kebun memanen singkong. Di tengah perjalanan saya bertemu pak mahhmud.Saya memberikan sebagian singkong saya kemudian pak mahmud memberikan saya beberapa potong ayam untuk makanan." Engko cancan pun langsung berpikir............," Emmm.... ngasih singkong saja dikasih ayam. Apalagi kalau oe kasih durian tu si pak mahmud... oe mungkin dikasih yang lebih banyak lagi." engko cancan pun pun berkata,"oh begitu ya pa. Mari pak.. selamat pagi." dan pak budi pun pergi berlalu melanjutkan perjalanannya. Ko cancan dengan semangat membara mencari durian di pasar dengan berjuta harapan besar bisa mendapatkan hal yang jauh jauh lebih heboh dari ayam goreng. Cerita pun berlanjut, ko cancan pergi ke rumah pak mahmud."pagi pak,"sapanya. Pak mahmud berkata,"eh ko cancan, apa kabar? dari mana pak." Ko ccn-can menjawab,"sehat pak, ini tadi saya baru dari pasar, kebetulan lewat sini, jadi ingin memberikan sebagain durian yang baru saya belanjakan ini." pak mahmud menerima duriannya kemudian berkata,"tunggu ya pak sebentar." dan pak mahmud langsung berjalan ke dalam rumahnya untuk menemui istrinya. "umi, ko cancan mmberi kita durian. Abi ingin memberi sesuatu juga kepada ko cancan, di rumah ada apa ya umi?" umi pun menjawab,"bi,. ga ada apa-ap bi... paling hanya ada singkong bi." pak mahmud pun berkata,"ya sudah itu saja. sini mi." dan pak mahmud pun terus keluar. "ini ko cancan.... hanya ada sedikit untuk bapak bawa pulang." dan ketika melihat isi bungkusan itu ko cancan kecewa bukan main ternyata yang diberikannya itu hanya singkong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat-sahabat, sungguh dalam memberi itu butuh suatu keikhlasan yang mendalam. Jika kita mampuu memberi dengan ikhlas, maka kebaikan balasan akan masuk melalui jalan-jalan yang tidak kita sangka namun jika kita berharap bisa jadi yang kita dapatkan itu tidak sesuai harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep fighr=ting dalam memberi karena sungguh memberi akan lebih indah jika kita memberi dengan tangan kanan dengan tangan kiri kita tidak mengetahui waktu kita memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat kawan!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6154257745280001916-8273111731458617933?l=razorleafasriandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://razorleafasriandi.blogspot.com/feeds/8273111731458617933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6154257745280001916&amp;postID=8273111731458617933' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6154257745280001916/posts/default/8273111731458617933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6154257745280001916/posts/default/8273111731458617933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://razorleafasriandi.blogspot.com/2009/06/kisah-singkong-durian-dan-ayam_10.html' title='Kisah singkong, durian, dan ayam'/><author><name>reza_asriandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6154257745280001916.post-365800069354595786</id><published>2009-06-07T06:58:00.001+07:00</published><updated>2009-06-07T08:01:57.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Hidup'/><title type='text'>Menghari Biru di Angkot Biru</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0); font-weight: bold;"&gt;Mengharu Biru di Angkot Biru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu matahari bersinar dengan cerahnya. Aku, reza asriandi, baru saja menyelesaikan sebuah daurah(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pelatihan.red&lt;/span&gt;) di atas gunung Burangrang, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dengan penuh suka dan cita berpadu dengan rasa puas juga merasakan sungguh maha besar Allah yang telah memberikan ketenangan di hati orang-orang yang beriman. Aku langkahkan langkah-langkah kecilku menapaki naik turunya bukit sambil menikmati betapa indahnya penciptaan langit dan bumi sehingga pada akhirnya dengan sedikit lelah dan letih aku pun pulang bersama sahabat-sahabat seperjuanganku untuk mengembalikan stamina pribadi dan mengaplikasi semua ilmu yang didapati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--sekarang masuk cerita yang menarik--&lt;br /&gt;Aku pulang seharusnya bersama sahabtku menggunakan angkutan yang sudah di sewa oleh panitia. Namun, karena arah rumahku berlawanan dengan arah kampus, aku memilih pulang sendiri menggunakan angkutan umum dan di angkutan umum inilah aku menemukan cerita yang luar biasa menarik. Ketika itu aku naik angkot jurusan permata-cimahi yang berwarnabiru. Awalnya angkot tersebut sepi dan kondisinya biasa saja hingg suatu saat ada sekelompok ibu-ibu dan banyak anak-anak kecil(balita) naik angkot dan mengubah kondisi angkot jadi ramai. Anak-anak tersebut(sekita 4 atau 5 anak) itu duduk di sekelilingku. Mereka ngbrol satu sama lain membicarakan hal-hal yang unik. Tentang mobil yang berjalan, alas angkot yang bolong, sampai ibu-ibu yang ada di pinggir jalan. Anak yang lain bahkan ada yang "mengganggu"ku dengan menari-narik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;name tag &lt;/span&gt;yang aku gunakan. Aku pun tersenyum pada ibunya. Jika di lihat dari wajahnya, nampaknya ibu-ibu itu sekeluarga(ada kemiripan). Satu hal yang sangat menarik (dan yang paling sukai) adalah tingkah polah interaksi antar ibu-ibu, antar anak-anak dan anta ibu-bu dananak-anak. Entah mengapa nampak sekali keharmonisan keluarga itu. Anak-anak saling tersenyum dan memeluk. Adik perempuan yang kecli di di elus-elus oleh kakak-kakak laki-lakinya. Anak anak ingin bergantianpangkuan antar ibu ibu. Satu orang anak laki-laki ingin duduk di samping adik laki-laki lainnya. Aku melihat ini merupakan suatu pola interaksi yang luar biasa dan sesungguhnya aku merasakan hal tersebut bentuk aplikasi nyata dari ukhuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, mungkin saya berharap cerita tersebut dapat memberikansuatu contoh aplikatif untuk membentuk ukhuwah yang kita miliki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6154257745280001916-365800069354595786?l=razorleafasriandi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://razorleafasriandi.blogspot.com/feeds/365800069354595786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6154257745280001916&amp;postID=365800069354595786' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6154257745280001916/posts/default/365800069354595786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6154257745280001916/posts/default/365800069354595786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://razorleafasriandi.blogspot.com/2009/06/menghari-biru-di-angkot-biru.html' title='Menghari Biru di Angkot Biru'/><author><name>reza_asriandi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
